Slide1 Read the rest of this entry »


obesityObesitas adalah keadaan dimana terdapat kelebihan lemak dalam tubuh. Standar definisi dari  obesitas dan overweight dilihat berdasarkan Indeks Massa Tubuh atau IMT. IMT diukur dengan berat badan (kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (m2).

Obesitas dapat meningkatkan mortalitas atau angka kematian seseorang dengan penyakit kronis yang mengancam jiwa seperti Diabetes Melitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah, kantung empedu, sensifitas hormon dan kanker saluran cerna. Risiko juga meningkat pada kondisi-kondsi yang tidak fatal seperti nyeri piggang, artritis, infertilitas, dan gangguan psikososial.

Lalu apa saja yang menyebabkan obesitas?

Obesitas dsebabkan oleh beberapa hal, diantaranya;

  1. Gerak aktivitas tubuh yang kurang dalam keseharian.
  2. Banyak mengkonsumsi makanan siap saji yang cenderung tinggi kadar kolesterolnya.
  3. Berlebihan dalam mengkonsumsi makanan.
  4. Kurangnya mengkonsumsi makanan berserat.
  5. Terjadinya gangguan pada kelenjar endoktrin.
  6. Pola tidur yang tidak tertib dan teratur.
  7. Depresi, hingga mengkonsumsi makanan secara tidak berlebihan. Read the rest of this entry »

helm k3aspek keselamatan dan kesehatan saat kini merupakan suatu upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja.

Penanganan K3 dilakukan secara sistematis,  disusun rapi menjadi beberapa seksi, elemen, dan sub-elemen. Dengan demikian semua bidang utama yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja akan tercakup. Penyusunan bidang K3 secara sistematis akan membantu dalam proses penentuan prioritas, sistem ini mengharuskan adanya standar untuk setiap elemen dan sub-elemen. Penggunaan standara akan mempermudah semua orang dalam menentukan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan.

Program K3 merupakan program yang terstruktur. Secara umum struktur dari program K3 dibagi menjadi lima seksi: Read the rest of this entry »

CEQI

Posted: November 18, 2012 in card

permainan kartu ini saya diajarkan oleh teman saya => Rahman Pratoni, peraturan pertama:

  1. permainan ini standarnya dimainkan oleh 4 orang
  2. permainan ini beputar berlawanan arah jarum jam untuk arah permainannya
  3. inti permainan ini adalah menyusun kartu ditangan untuk beurutan dengan bentuk yang sama, misalnya 2 3 4 5 (bentuk sekop semua) dan atau triple 3 3 3 (dengan bentuk yang berbeda-beda), untuk menyusun kartu tersebut dapat diselipakn joker yang dapat menggantikan bilangan yang ingin diurutkan atau di triplekan, joker tersebut akan diambil pada awal permainan
  4. kartu dikocok kemudian dibagikan ke masing-masing pemain sebanyak 8 kartu
  5. pemain pertama menaruh kartu yang akan ditaruhakan untuk joker (bisa jadi peluang yang keluar jokernya kecil atau kartu yang dirasa tidak berguna pada saat awal permainan), kemudian pemainan lainnya mengurutkan sesuai arah putaran
  6. kemudian satu orang mengambil kartu yang akan dijadikan joker, terserah dari tumpukan mana saja asal tidak melihat, kemudian buka kartu jokernya. Jika salah seorang pemain ada yang sama maka dia akan terkena minus poin: jika As = – 150, kartu bergambar = -100, dan kartu angka = -50. Jika tidak ada permainan lanjut.
  7. untuk ketentuan kartu yang terkena joker ada ketentuannya:  yaitu misal urutan penumpukan 2 3 4 5, jika jokernya 3 maka kartu 2 3 keseret dan taruh di bawah tumpukan kartu sehingga kartu 2 tersebut mati, begitu juga jika jokernya 5 maka kartu 2 3 4 5 keseret sehingga kartu 2 3 4 tersebut mati juga
  8. kemudian pemain ambil 1 kartu pemain yang menaruh undian joker untuk pertama kalinya, dan membuang kartu Read the rest of this entry »

contoh form pelaporan bentuk penyimpangan

Read the rest of this entry »


Sumber: Skripsi Fakultas Teknik Universitas Indonesia “Pengaruh Penggunaan Mikroorganisme Sebagai Bahan Stabilisasi Terhadap Kekuatan Tanah Gambut Dengan Uji Triaksial dan CBR”, Penulis: Aditiya Putra Karisma, Halaman: 68-74

Sekitar tahun 1980, Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang mengembangkan teknologi Mikroorganisme Efektif (ME) sebagai alternatif dalam mewujudkan konsep pertanian alami. Mikroorganisme efektif adalah suatu larutan yang terdiri dari kultur pertanian alami dan merupakan kultur campuran berbagai mikroba yang bermanfaat bagi tanaman dan berfungsi sebagai bio-inokulan. Menurut Higa dan Widiana (1994) setiap spesies mikroba mempunyai fungsi dan peranan masing-masing yang bersifat saling menunjang dan bekerja secara sinergis. Larutan ME di pasaran umum diperdagangkan dengan merek EM4. Pada nantinya metodologi yang digunakan pada pencampuran pada tanah gambut mengikuti konsep yang sudah diterapkan pada pertanian. Higa dan Wididana (1994) menyatakan bahwa effective microorganism 4 (EM4) mengandung lima jenis mikroorganisme utama yaitu Lactobacillus sp. (bakteri asam laktat) dalam jumlah besar, bakteri fotosintetis, ragi, Actinomycetes, dan jamur fermentasi, yang bekerja secara sinergis untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bakteri fotosintetik berperan untuk mengikat N dari udara bebas, memakan gas-gas beracun dan panas dari hasil proses pembusukan sehingga populasi bakteri pembusuk di dalam tanah menjadi berkurang, Ragi dan jamur berfungsi untuk memfermentasi bahan organik menjadi senyawa-senyawa asam laktat yang dapat diserap oleh tanaman. Actinomycetes yang secara morfologi berada antara jamur dan bakteri mampu memfiksasi N udara dan antibiotik yang bersifat toksik terhadap pathogen atau penyakit, serta dapat melarutkan ion-ion fosfat dan ion mikro lainnya. Keuntungan dan manfaat dari penggunaan EM4 yaitu memperbaiki sifat biologis, fisik, dan kimia tanah; meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi; memfermentasikan bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi; meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan; meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah; meningkatkan ketersediaan nutrisi, dan senyawa organik tanah; meningkatkan fiksasi nitogen atau bintil akar; dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan pestisida; dan dapat digunakan untuk semua jenis tanaman dan tanah (PT. Songgolangit Persada, 2011). Pada nantinya, tanah gambut dilakukan penambahan EM4 yang dalam istilah pertanian disebut pengomposan sehingga menyuburkan tanah, sedangkan untuk bidang teknik sipil itu sendiri ketika tanah gambut menjadi humus maka sifat-sifat mekanisnya berubah menjadi lebih baik. Penelitian stabilitas tanah gambut dengan memberikan mikroorganisme yang pernah dilakukan adalah oleh Siti Muslikah (2011), yaitu dengan memberikan mikroorganisme asli gambut, EM4, dan P2000Z. Tes yang dilakukan untuk mengetahui proses dekomposisi yang terjadi adalah uji kadar serat, uji gula pereduksi, uji total mikroorganisme, uji C/N, dan uji pH. Berikut nilai hasil uji proses degradasi secara kimia dan biologi sampel tanah gambut Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang dilakukan oleh Siti Muslikah (2011) pada tabel 2.45. Read the rest of this entry »


Sumber: Skripsi Fakultas Teknik Universitas Indonesia “Pengaruh Penggunaan Mikroorganisme Sebagai Bahan Stabilisasi Terhadap Kekuatan Tanah Gambut Dengan Uji Triaksial dan CBR”, Penulis: Aditiya Putra Karisma, Halaman: 62-68

Sifat tanah gambut yang jelek membuat perlu dilakukannya stabilisasi. Stabilisasi pada intinya adalah upaya untuk menurunkan batas cair (liquid limit), menurunkan kadar air optimum, menaikkan berat isi kering maksimum, menaikkan nilai kepadatan dengan naiknya nilai CBR, dan menaikkan nilai ϕ dan nilai c hasil dari pengujian triaksial. Penelitian stabilitas yang pernah dilakukan adalah oleh Boy Irwandi (2000) yang melakukan stabilitas tanah gambut dengan campuran peatsolid dan tanah gambut dengan campuran abu gambut, Subagio (1995) yang melakukan stabilisasi dengan semen Portland dan geosta-A sebagai bahan tambah, Widik Cipthadi (1996) yang melakukan stabilisasi dengan bahan kimia cair consolid, Vincentia Endah S. (1997) yang melakukan stabilisasi dengan bahan supercement, dan Binawati Prihandajani (1996) yang melakukan stabilisasi dengan penambahan clean set tipe CS-10. Perubahan parameter sifat fisik dan nilai CBR dapat diberikan pada tabel 2.37, 2.38, 2.39, 2.40, 2.41, 2.42, dan 2.43. Sedangkan untuk tes triaksial dengan perlakuan stabilisasi pernah dilakukan oleh Shelly Anita (2002) yang menguji penambahan peat solid pada tanah gambut. Hasilnya parameter kekuatan gambut meningkat. Parameter tersebut dapat dilihat pada tabel 2.44. Read the rest of this entry »